Selapanan Bumi Cendekia: Begini seharusnya sikap seorang murid terhadap gurunya!

Suatu ilmu meskipun itu hanya satu huruf yang diajarkan seorang guru kepada muridnya merupakan hal yang berharga. Ustadz Ihrom pada kesempatan acara Selapanan Bumi Cedekia menceritakan sebuah kisah Imam Syafi’i yang begitu memuliakan gurunya.

Suatu ketika, Imam syafi’i berjalan bersama para muridnya. Di jalan, beliau bertemu dengan sosok tua, berpakaian biasa saja, serta berpenampilan lusuh. Tidak disangka, Imam syafi’i memeluk serta mencium tangannya. Sontak, para muridnya kaget dengan sikap sang imam. Merekapun bertanya pada Imam Syafi’i, apakah tidak salah memperlakukan orang tua renta tersebut?, “Tidak”, jawab Imam Syafi’i. Ternyata orang tua ini adalah guru Imam Syafi’i. Diketahui bahwa Ia telah mengajarkan ilmu yang mungkin bagi sebagian orang sangat sepele pada sang imam, yakni cara membedakan asu dan kirik(antara anjing yang sudah dewasa dan yang belum).
Menurut orang tua ini, untuk membedakan anjing yang sudah dewasa dan masih anak dapat dilihat dari cara kencingnya. Jika si anjing mengangkat satu kaki saat kencing maka itu anjing itu sudah dewasa. Begitu sebaliknya. simpel sekali. Namun sang imam begitu menghargai pengetahuan sederhana itu dengan rasa hormat yang tinggi pada gurunya.

Ustadz Ihrom menggarisbawahi bahwa, “sekecil/seremeh apapun ilmu yang diberikan oleh seorang guru pada kita, maka kita wajib menghargai dan menghormati guru tersebut sebaik mungkin”. Hal ini tercermin pula pada ungkapan Sahabat Ali Ibn Abi Thalib yang bahkan rela menjadi budak gurunya yang hanya mengajarkan satu huruf saja. Sikap demikian tidak lain untuk mendapatkan keberkahan ilmu yang didapatkan. Penghormatan yang tinggi pada guru tidak terbatas pada saat masih berstatus guru dan murid (mungkin di sekolah atau pesantren) saja. Bahkan dimanapun dan kapanpun seorang murid masih berkewajiban menghormati dan memuliakan sang guru.

Diketahui bahwa Civitas Bumi Cendekia mulai dari guru, santri, hingga orang tua santri mengikuti acara selapanan pada hari Kamis, 3 Maret 2021 pukul 19.00 WIB. Acara diawali dengan membaca sholawat diba’ yang dilantunkan oleh grup hadrah santri SMP Bumi Cendekia ba’da maghrib.

Ba’da Solat isya berjamaah, acara Selapanan Bumi Cendekia dibuka dengan membaca surah al-Fatihah yang dipimpin pemandu acara Ustadz Faiq. Selanjutnya, Dr. Iqbal Ahnaf selaku ketua yayasan memberikan sambutan pembuka pada acara selapanan ini. Beliau mengucapkakn terima kasih atas partisipasi seluruh civitas bumi cendekia dalam memajukan lembaga yang baru mulai berkembang ini. tidak lupa beliau juga berpesan untuk senantiasa menjaga diri dan lingkungan dari penyebaran penyakit karena belakangan kasus Covid-19 semakin merebak lagi.

Recommended Articles