Pada Selasa (2/6), Bumi Cendekia kedatangan tamu istimewa dari Victorian School Singapore. Tepat pukul 08.00 pagi, guru dan pengurus OSIS SMP Bumi Cendekia menyambut serta mendampingi teman-teman dari Victorian School selama kegiatan berlangsung.
Kegiatan diawali dengan sesi opening dan pengarahan yang dilaksanakan di Gedung Utara Pesantren Bumi Cendekia. Setelah mengikuti pengarahan, teman-teman Victorian School mengikuti Dormitory & School Tour untuk mengenal lebih dekat lingkungan sekolah dan kehidupan pesantren. Dalam sesi ini, mereka juga berjalan kaki menuju Gedung Selatan yang berjarak sekitar 300 meter dari Gedung Utara. Kegiatan ini bertujuan agar mereka dapat ikut merasakan bagaimana kehidupan para santri ketika berangkat dan pulang sekolah menuju asrama setiap harinya.


Selanjutnya, dipimpin oleh guru olahraga SMP Bumi Cendekia, Ms Salza, teman-teman Victorian School diajak mencoba salah satu permainan tradisional Indonesia, yaitu Gobak Sodor. Dalam permainan tersebut, mereka berhadapan langsung dengan beberapa santri Bumi Cendekia. Pada awal permainan, tim Victorian sempat dikalahkan oleh santri Bumi Cendekia, mungkin karena mereka masih berusaha memahami aturan permainan. Namun setelah beberapa ronde, mereka berhasil membalikkan keadaan dan memenangkan pertandingan. Meski demikian, permainan ini bukanlah tentang kompetisi, melainkan menjadi sarana untuk mempererat hubungan pertemanan antara teman-teman Victorian School dan para santri Bumi Cendekia.
Setelah beristirahat dan mencoba berbagai jajanan yang tersedia, teman-teman Victorian School kemudian masuk ke kelas bersama para santri. Didampingi oleh guru-guru SMP Bumi Cendekia, mereka belajar dan bermain bersama selama kurang lebih 45 menit. Suasana kelas terasa hangat karena para siswa dapat saling berinteraksi, berbagi pengalaman, dan mengenal satu sama lain.



Kegiatan berikutnya dilaksanakan di Laboratorium TIK dalam sesi cultural exchange dan mentoring yang dipandu oleh Miss Ami Prayogo selaku guru BK SMP Bumi Cendekia. Dalam sesi ini, teman-teman Victorian School memperkenalkan sejarah sekolah mereka serta berbagai budaya positif yang diterapkan dalam kehidupan sekolah sehari-hari. Setelah itu, Miss Ami mengajak seluruh peserta untuk mengerjakan worksheet bertema self-reflection secara berkelompok. Hasil diskusi kemudian dipresentasikan di depan peserta lainnya. Sebagai penutup, Miss Ami juga memperkenalkan berbagai budaya positif yang tumbuh dan diterapkan di lingkungan Bumi Cendekia.
Salah satu momen yang cukup berkesan terjadi ketika seorang siswa Victorian School bernama Hugo menceritakan kesannya selama berada di Bumi Cendekia. Ia mengaku sangat terkesan dengan desain furnitur dan lingkungan sekolah yang menurutnya memiliki karakter yang unik. Bahkan salah satu guru Victorian School yang turut mendampingi sempat bertanya, “Apakah sekolah ini belum selesai dibangun atau memang konsepnya seperti ini?”
Pertanyaan tersebut kemudian dijawab oleh salah satu perwakilan Bumi Cendekia bahwa konsep sekolah memang dirancang seperti itu. Menanggapi jawaban tersebut, Mr. Leo, salah satu guru Victorian School, menyampaikan kesannya bahwa lingkungan Bumi Cendekia terasa menyatu dengan alam. Kesan sederhana tersebut menjadi penutup yang hangat dari kunjungan hari itu, sekaligus menunjukkan bahwa setiap sekolah memiliki cara unik dalam menciptakan ruang belajar yang bermakna bagi para siswanya.