SLEMAN – Para lulusan SMP dan SMA Pesantren Bumi Cendekia (BC) lintas angkatan berkumpul dan mengadakan musyawarah untuk membentuk wadah Ikatan Alumni (19/07). Pembentukan ikatan ini didasari oleh kesadaran para santri akan pentingnya menjaga tali silaturahmi jangka panjang sekaligus membangun relasi lintas angkatan yang akan sangat berguna di dunia perkuliahan maupun dunia kerja nantinya.
Forum ini turut dihadiri oleh pengasuh dan pengurus yayasan, diantaranya Kyai Iqbal, TG Hairus Salim, TG Ahmad Rafiq, Nyai Rindang Farihah, Nyai Khotimatul Husna, dan Ibu Wiwin. Dalam Sambutannya, TG Hairus Salim menekankan pentingnya pembentukan forum alumni dengan niat untuk menebar kebermanfaatan, “salah satu tujuannya adalah untuk menciptakan kebermanfaatan kepada sekitar” ucap Tuan Guru Salim.
Dalam diskusi yang berlangsung hangat tersebut, para alumni menyepakati sebuah visi dan tujuan bersama. Ikatan Alumni ini didirikan untuk "menjadi wadah silaturahmi bagi keragaman potensi alumni untuk menciptakan kebermanfaatan". Wadah ini diharapkan dapat mengumpulkan orang-orang dengan bakat dan potensinya masing-masing (pool of talent) agar dapat saling berkolaborasi dan memberikan manfaat baik secara ekonomi, sosial, maupun spiritual.
Melalui proses musyawarah yang dihadiri seluruh perwakilan angkatan, Muhammad Akhyar Ad Dafiq, perwakilan dari alumni angkatan 2 SMA Bumi Cendekia, secara mufakat terpilih sebagai Koordinator Utama Ikatan Alumni. Kepengurusan ini nantinya akan didukung oleh struktur yang meliputi koordinator di tiap-tiap angkatan, serta posisi sekretaris dan bendahara agar roda organisasi dapat berjalan dengan baik.
Di akhir musyawarah, Dafiq dalam sambutan perdananya menekankan bahwa kunci utama berjalannya ikatan alumni ini adalah sense of belonging atau rasa memiliki terhadap almamater. Lebih lanjut, ia juga mengingatkan rekan-rekannya bahwa wadah ini adalah bentuk penghormatan atas jasa pendiri pesantren, almarhum K.H. Imam Aziz. "Caranya sederhana, lihat ke diri kita sekarang. Apakah kita sudah berkembang dari hari kemarin? [...] Aku bisa sampai di titik ini itu karena BC juga, karena kalau lebih jauh lagi karena Pak Kiai Imam juga. Itu yang perlu kita jaga untuk menghormati almarhum Pak Kiai sekaligus juga menghormati dan merawat hubungan kita dengan guru-guru," pungkas Dafiq menutup acara musyawarah tersebut.