Sabtu pagi (07/02), momen hangat memeluk kita semua yang hadir dalam acara Peresmian Gedung Asrama Putra & Serah Terima Program Kemaslahatan oleh Baitulmaal Muamalat (BMM), yang merupakan lembaga amil zakat nasional (LAZNAS) dan nadzir wakaf yang berbadan hukum. Acara pagi itu dipandu oleh dua santri kami yaitu Alvin dan Sophia kelas 10, serta dihadiri oleh beberapa tamu penting. Dibuka oleh lantunan Qori oleh santri kami, Sahkya, dilanjut dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dipimpin oleh santri kami, Rif’ana.

Bapak KH. Moh. Iqbal Ahnaf, P.hD selaku Ketua Yayasan, menyampaikan rasa terima kasih kepada BMM dalam sambutan pembukaan. Beliau juga menyampaikan, “santri-santri di sini telah berjumlah 231, yang kebanyakan berasal dari luar pulau Jawa, dengan kurang lebih sekitar 50 pengajar. Hanya 20% saja santri yang berasal dari pulau Jawa. Itu sebabnya, yayasan terus berusaha memfasilitasi sarana guna mendukung kenyamanan para santri.” Setelah Pak Iqbal menyampaikan sambutan pembukaannya, acara selanjutnya yaitu melihat video proses pembangunan asrama yang telah didanai oleh BPKH (Badan Pengelola Keuangan Haji) Muamalat.
Bapak Galeh Pujonegoro, selaku Direktur Wakaf dan CSR BMM menyampaikan terima kasihnya dalam pidato sambutan, serta menitipkan pesan untuk merawat secara optimal program senilai kurang lebih 992 juta ini untuk kenyaman para santri serta pengajar Bumi Cendekia. Disusul setelahnya sambutan dari Pimpinan Badan Pelaksana BPKH Bidang Kemaslahatan yaitu Ibu Dr. Sulistyowati, M.E., CFP. Dalam pidatonya beliau menyampaikan, “semoga dana ini tidak hanya berguna untuk mendukung Pesantren, tetapi juga berguna bagi mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia.” Ibu Sulistyowati juga memaparkan salah satu amalan yang tidak pernah putus yaitu memberi amal demi kesejahteraan pendidikan maupun para pendidik. Dalam kesempatan itu, Ibu Sulistyowati setuju dengan pernyataan Pak Iqbal bahwa santri di Bumi Cendekia banyak yang dari pulau Jawa, itu sebabnya perlu memberi kenyamanan dari segi fasilitas. Ibu Sulistyowati juga menyoroti Yogyakarta sebagai kota pendidikan, sehingga orang-orang di luar pulau Jawa berbondong-bondong menyekolahkan anaknya di kota dengan julukan Kota Pelajar ini. Dengan alasan-alasan tersebut, BPKH sepakat mendanai pembangunan gedung asrama baru Bumi Cendekia.
Sesi acara pembukaan serta penyampaian sambutan, ditutup dengan serah terima bingkisan. Kemudian, serangkaian keseluruhan acara ditutup dengan doa yang dipimipin oleh KH. Imam Majali. Selanjutnya, Ibu Sulistyowati beserta para hadirin yang datang, berpindah ke gedung asrama baru Bumi Cendekia yang telah rampung dibangun.




Menjelang siang, semua berkumpul di luar gedung baru untuk meresmikan. Sebelum melakukan proses pemotongan pita, hadirin dan santri yang bertugas melakukan foto bersama di depan gedung asrama baru tersebut. Proses pemotongan pita diwakili oleh Ibu Sulistyowati. Seruan hangat dan kebahagiaan meliputi semua hadirin yang menyaksikan. Sebelum memasuki serangkaian ramah tamah, Ibu Sulistyowati, Bapak Galeh, beserta hadirin yang datang, melakukan room tour melihat sekeliling bangunan asrama baru yang akan dihuni santri putra tersebut. Acara ditutup dengan pemotongan tumpeng beserta makan bersama. Cuap-cuap kehangatan pada sesi ramah tamah menyertai kami semua saat makan bersama. Begitulah serangkaian Sabtu pagi hingga siang hari itu berjalan, semoga seperti yang disampaikan Ibu Sulistyowati bahwa gedung baru yang telah diresmikan dapat berguna bagi santri. Amin ya robbal alamin.