Gombang, Tirtoadi, Kec. Mlati, Kabupaten Sleman, DIY
+62 857-0457-0001

Kabar Cendekia

Kolaborasi UIN Sunan Kalijaga & Yayasan Bumi Aswaja: Workshop Anti Bullying dengan Metode Sosiometri

Senin (09/02), pukul 09.00 WIB telah diselenggarakan acara Workshop Anti Bullying di UIN Sunan Kalijaga. Acara ini merupakan kolaborasi dengan Yayasan Bumi Aswaja, di mana Bu Nyai Rindang Farihah, S.Ag., MA. selaku Ketua Yayasan mendampingi dalam sambutan pembuka saat acara berlangsung. Pemaparan materi dalam acara workshop ini, disampaikan oleh Direktur Badan Wakaf Bumi Aswaja yaitu Prof. Dr. Imam Machali, M.Pd yang mana beliau juga merupakan Tim Pengembangan Prodi Manajemen Pendidikan Islam.

Bu Nyai Rindang Farihah, S.Ag., MA. saat menghadiri Workshop Anti Bullying

 

 

Dalam pemaparannya, Prof. Dr. Imam Machali, M.Pd menyoroti definisi utama dari bullying yang mungkin belum banyak diketahui, yaitu “tindakan agresif yang disengaja dan dilakukan berulang-ulang dengan maksud tertentu.” Maksud tertentu di sini bisa menyakiti, merendahkan atau juga menindas. Bullying juga terdapat banyak macam, tidak selalu bersifat kekerasan fisik. Ada juga bullying lewat kata-kata atau disebut verbal bullying. Juga ada sosial bullying yang indikatornya mengucilkan, memboikot pertemanan, menyebarkan gossip, dan mempermalukan kelompok. Di era digitalisasi seperti sekarang, juga ada istilah cyber bullying atau bullying yang dilontarkan lewat media digital; seperti menyebarkan hoaks, komentar menghina, menyebarkan aib, membuat akun palsu, melakukan doxing, sampai mengucilkan di grup online.

 

Prof. Dr. Imam Machali, M.Pd saat memaparkan materi

 

Prof. Imam juga menjelaskan, akar utama dalam masalah bullying terletak dalam banyak kompleksitas kategori. Dalam kategori individu atau diri sendiri misal, seperti rendahnya kemampuan mengontrol emosi, rendahnya kemampuan empati, serta impulsif. Hubungan sosial dengan teman sebaya juga memiliki akar masalah, seperti budaya sosial yang sering menertawakan teman, mencari status atau popularitas, senioritas, stigma atau label-label tertentu yang akhirnya mengakibatkan diskriminasi.

 

Dalam acara tersebut, dikenalkan juga metode sosiometri yang dijadikan alat deteksi diri bullying. Metode sosiometri ini diperkenalkan sebagai teknik untuk memetakan hubungan sosial antar peserta didik. Langkah awalnya, peserta mengisi angket sederhana yang berisi pertanyaan terkait pilihan teman dalam berbagai situasi. Salah satunya seperti teman yang dipilih untuk bekerja dalam kelompok yang sama, maupun teman yang jarang diajak berinteraksi. Setelah mengumpulkan jawaban angket dari peserta, data tersebut diolah dan dianalisis untuk melihat pola relasi sosial yang terbentuk.

 

Dalam sesi praktik workshop, peserta juga diberikan simulasi pengisian dan analisis data sosiometri. Hasil pemetaannya dapat menunjukkan peserta didik yang memiliki banyak relasi sosial maupun yang cenderung terisolasi atau tidak banyak dipilih oleh temannya. Dari hasil ini, dapat dijadikan oleh sekolah sebagai indikator awal yang perlu diperhatikan sebagai langkah pencegahan sebelum terjadi tindakan yang lebih serius. Dengan pendekatan ini, juga dapat membantu guru mendeteksi dini bullying berbasis data.

 

Dengan diadakan kegiatan ini, menjadi salah satu upaya preventif dalam mengajak seluruh elemen pendidikan untuk memahami pentingnya membangun lingkungan sekolah yang aman, inklusif dan bebas dari perundungan. Kolaborasi antara kampus UIN Sunan Kalijaga dengan Yayasan Bumi Aswaja ini dapat menjadi langkah nyata dalam memperkuat system pencegahan serta penanganan bullying secara berkelanjutan. Semoga acara ini dapat meningkatkan kesadaran kolektif terhadap bahaya bullying, sekaligus mendorong implementasi strategi deteksi dini berbasis data yang berorientasi pada kesejahteraan peserta didik.