Gombang, Tirtoadi, Kec. Mlati, Kabupaten Sleman, DIY
+62 857-0457-0001

Kabar Cendekia

Kemenag Serahkan Bantuan Mobil Operasional untuk Pesantren Bumi Cendekia pada Peringatan Haul K.H. Imam Aziz

SLEMAN – Peringatan haul pertama almarhum K.H. Muhammad Imam Aziz yang digelar di Pesantren Bumi Cendekia (19/07), diwarnai dengan momen penyerahan bantuan satu unit mobil operasional dari Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia. Bantuan ini diharapkan dapat menunjang mobilitas dan kelancaran kegiatan pendidikan di pesantren yang dirintis oleh almarhum tersebut.

 

Prosesi serah terima diawali dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman antara Kemenag bagian moderasi beragama, yang diwakili oleh Bapak Riyadu Taufik, dengan pihak Pesantren Bumi Cendekia yang diwakili oleh Ketua Yayasan, Bapak Kyai Iqbal Aknaf, dan Ibu Nyai Rindang Farihah. Setelah penandatanganan, penyerahan simbolis berupa Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) dilakukan oleh Ibu Alissa Wahid yang hadir mewakili Kemenag dalam kapasitasnya sebagai Penasihat Menteri Agama.

 

Dalam sambutannya, Alissa Wahid menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penguatan Moderasi Beragama (BPMB SDM) Kemenag, Prof. Dr. Ali Ramdani, serta Sekretaris Badan, Bapak Wawan Junaidi, atas dukungan nyata yang diberikan.

 

Lebih lanjut, Alissa mengingatkan kepada sekitar 250 santri yang hadir bahwa mendapatkan kepercayaan dari kementerian bukanlah suatu hal yang mudah. "Sekolah di Indonesia banyak sekali, pesantren di Indonesia ada 42.000. Hanya yang dirasa dapat dipercaya itulah yang akan mendapatkan bantuan dari mitra-mitra," tegasnya. Menurut Alissa, Pesantren Bumi Cendekia mendapatkan kepercayaan tersebut karena inisiatifnya yang kuat dalam memadukan pendekatan ala pesantren dengan pembelajaran modern.

 

Namun, di balik semua pencapaian tersebut, Alissa menekankan bahwa segala kemudahan yang diterima Pesantren Bumi Cendekia hari ini tidak lepas dari jasa dan keteladanan pendirinya, yakni K.H. Imam Aziz.

 

Beliau mengenang almarhum Kiai Imam Aziz sebagai sosok yang sepanjang hidupnya selalu menjadi pahlawan pembela kaum mustadafin (orang-orang yang dilemahkan). "Kiai Imam Aziz itu membela petani-petani yang terus mengalami tantangan-tantangannya, membela orang-orang yang tinggalnya di jalanan, membela orang-orang di Papua, memperjuangkan semua korban-korban konflik," jelas Alissa. Karena kiprah kemanusiaannya itulah, Kiai Imam Aziz sangat dihormati dan memiliki jaringan persahabatan yang luas, yang kini membuka jalan kemudahan bagi para santri Bumi Cendekia.

 

Di akhir sambutannya, Alissa Wahid berpesan agar para santri menjadikan Kiai Imam Aziz sebagai teladan utama. Ia berharap para santri terus belajar dari rekam jejak beliau dan tumbuh menjadi manusia yang sukses, di mana kesuksesan sejati diukur dari seberapa besar manfaat yang bisa diberikan untuk orang lain.