Gombang, Tirtoadi, Kec. Mlati, Kabupaten Sleman, DIY
+62 857-0457-0001

Kabar Cendekia

Gebyar Innovation dalam Bumi Cendekia Innovation Week (BCIW) 2026

Minggu pagi (15/02), pukul 08.00 WIB, telah terselenggara acara Bumi Cendekia Inovation Week (BCIW) di Gedung Selatan Bumi Cendekia. Acara dibuka dengan penampilan Hadrah dari siswa SMA, lalu dilanjut dengan penampilan Qiroah dari Arkaun siswa SMA. Sambutan-sambutan diberikan oleh beberapa perwakilan siswa SMP, serta SMA. Sambutan special dari TG. Ahmad Rafiq, P.Hd selaku pengurus yayasan, dalam sambutannya beliau mengatakan “Dalam kaidah fikih, segala sesuatu itu asalnya boleh sampai nanti ada dahlil yang mengatakan terlarang. Innovation itu dalam Bahasa arab bidaah. Tetapi maksudnya sederhana, agama itu untuk urusan ibadah memang harus sesuai kaidah kanjeng nabi. Namun, untuk hal lain-lainnya harus banyak bidaahnya atau innovation. Justru malah dianjurkan untuk bidaah (innovation), jika tidak menggunakan bidaah, maka cara kita beragama justru tidak tumbuh, cara kita menghidupkan agama tidak berkembang, dan cara kita menggunakan agama untuk berinteraksi untuk kemajuan itu juga tidak akan tercapai. Maka BCIW, menjadi aktivitas sebagai bentuk mengamalkan ajaran kanjeng nabi yaitu memperbanyak bidaah yang hasanah. Sehingga moga-moga diterima sebagai bentuk ketaatan beragama.“

 

Selepas sambutan, masuklah ke dalam sesi acara talent. Pada sesi ini, beberapa siswa Bumi Cendekia menunjukkan kepercayaan dirinya dalam beberapa penampilan. Dimulai dari penampilan tim Paduan Suara yang baru-baru ini memenangkan Silver Medal, lalu penampilan tari Saman dari ekstraukulikuler Tari yang ditampilkan oleh kelas 8. Dilanjut dongeng mengenai Asal-Usul Sleman yang ditampilkan oleh Sakkiyah salah satu siswi SMP Bumi Cendekia. Juga ada penampilan Ted Talk oleh salah satu siswa SMA, yaitu Alvin. Dalam kesempatan itu, Alvin membawa topik cukup dalam yaitu mengenai mental health. Guru Bahasa Indonesia SMP, Pak Acep juga ikut turut serta memeriahkan sesi acara talent ini dengan menampilkan pembacaan puisi. Sesi acara talent ini ditutup dengan penampilan band Bumi Cendekia yang beranggotakan Jevon sebagai Vokalis, Bass sebagai Gitar, Zaki sebagai Gitar Melodi, Diza sebagai Bass dan Gaza sebagai Drum. Band Bumi Cendekia itu tampil dengan membawakan dua lagu pop populer yaitu Separuh Nafas dan Kita.

 

Pameran Tempoe Doloe oleh Siswa-siswa SMP Bumi Cendekia

 

 

Di BCIW juga ada pameran dari SMP dan SMA yang masing-masing mempunyai tema berbeda-beda. Untuk pameran SMP mengusung tema ‘Tempoe Doloe’ yang sudah melakukan pembukaan di hari Sabtu (14/02) sebelumnya pada pukul 15.00 WIB. Sementara untuk SMA, pembukaan pamerannya bersamaan dengan acara pentas seni di panggung BCIW. Pameran SMA mengusung tema mengenai Jati Diri, yang mana isi pamerannya merupakan hasil dari riset-riset yang telah mereka lakukan. Dengan membawa judul ‘The Turning Point Project’ riset-riset itu berkaitan dengan STEAM yang tak hanya fokus ke bidang-bidang seperti science, dalam pameran juga terdapar ruang sosial dengan enam penelitian terpilih. 

 

Pameran The Turning Poin Project oleh Siswa-siswi SMA Bumi Cendekia

 

Dalam kesempatan itu, para siswa yang tergabung dalam Eco Piece salah satu divisi OSIS yang bertanggung jawab dalam kebersihan serta kenyamanan lingkungan, melakukan sesi bincang Bersama dengan Andika Nur dari Pesantren Hijau. Aurel selaku perwakilan Eco Piece menjelaskan bahwa didirikannya Eco Piece berawal dari keresahan beberapa siswa di Bumi Cendekia, termasuk Aurel, yang merasa bahwa banyak sampah menumpuk tetapi infrastruktur seperti tempat sampah di sekitar sekolah kurang. Sehingga Aurel dan teman-teman Eco Piece membuat progam memilah sampah yang beberapa bisa diolah kembali terutama yang berbahan plastik. Teman-teman Eco Piece juga mempengaruhi teman-teman lainnya untuk mengurangi penggunaan plastik dengan membuat aturan memakai Lunch Box saat berada di area kantin Bumi Cendekia. Aurel berpendapat, ”Kalau pun kita gak bisa mengurangi sampah plastik, setidaknya kita bisa mengurangi perluasan sampah plastik di sekolah dengan menerapkan aturan menggunakan Lunch Box di kantin.” Dalam acara BCIW, teman-teman Eco Pice juga berpartisipasi dalam Bazaar dengan menjual baju-baju thrifting. 

 

BCIW juga membawa tamu luar biasa untuk memeriahkan acara, salah satunya Dodok Jogja yang terkenal dengan kelucuan Stand Up Comedy. Mas Dodok ini dari Komunitas Stand Up Comedy Jogja yang popular terutama di Jogja. Selanjutnya ada juga penampilan music dari band Velove yang membawa beberapa lagu Indonesia popular. Penampilan dari band Velove ini juga menandai penutupan pada acara panggung utama BCIW 2026 pada hari Minggu sore itu. Keseruan hari Minggu itu, membawa kita pada momen kebersamaan yang hangat. Interaksi pun mulai terjalin dengan lekat, di sini, berkat BCIW. Semoga semua kerja keras yang telah dikeluarkan saat proses, terbayar oleh hasil yang tuntas. Seperti kata TG. Ahmad Rafiq, P.Hd saat sambutan, semoga BCIW menjadi salah satu kegiatan yang merupakan pengamalan dari ajaran nabi Muhammad SAW, yaitu memperbanyak bidaah hasanah.