Senin pagi (08/06), SMA Bumi Cendekia menyelenggarakan Presentasi Hasil Riset Jati Diri dan STEAM yang diikuti oleh siswa kelas X Jerusalem dan XI Cordova. Riset yang dipresentasikan merupakan hasil dari proses pengamatan, penyusunan hipotesis, serta berbagai uji coba yang telah mereka lakukan sejak Maret hingga Juni 2026.
Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif dalam mengidentifikasi permasalahan di lingkungan sekitar, sekaligus merancang solusi yang dapat diuji melalui penelitian. Keterampilan tersebut menjadi salah satu kompetensi penting dalam pendidikan abad ke-21, yang menekankan kemampuan menemukan, menganalisis, dan menyelesaikan berbagai persoalan secara reflektif dan sistematis.
Presentasi yang berlangsung dari pagi hingga sore hari ini turut dihadiri oleh Pak Soni dari Widya Life Science serta Bu Listia sebagai penanggap. Dalam sesi diskusi, Bu Listia menekankan pentingnya budaya membaca dalam kegiatan penelitian.
"Membaca dan meneliti merupakan satu kesatuan. Kalian perlu banyak membaca untuk menemukan referensi yang relevan. Karena jika hanya meneliti tanpa banyak membaca, hal tersebut akan terlihat dalam hasil penelitian yang disusun," ungkapnya.
Sementara itu, Pak Soni memberikan motivasi kepada para siswa mengenai makna sebenarnya dari sebuah proses riset. Menurutnya, keberhasilan penelitian tidak hanya diukur dari berhasil atau tidaknya suatu eksperimen.
"Dalam riset, yang terpenting bukan semata-mata hasilnya berhasil atau tidak. Yang lebih penting adalah bagaimana kita mampu berpikir kritis dan reflektif terhadap proses yang dijalani. Jika berhasil, kita perlu memahami penyebab keberhasilannya. Jika belum berhasil, kita juga perlu memahami penyebabnya. Selain itu, kejujuran adalah nilai yang sangat penting dalam penelitian," jelas Pak Soni.


Salah satu kisah menarik datang dari kelompok Zian, Naira, dan Fahri dari kelas X Jerusalem. Mereka melakukan penelitian mengenai pembuatan pasta gigi alami berbahan dasar bunga rosella. Dalam presentasinya, mereka mengaku sempat mengalami kesulitan karena bunga rosella yang digunakan tidak menunjukkan hasil yang diharapkan hingga persediaannya habis.
Namun, cerita mereka tidak berhenti di situ. Secara tidak sengaja, mereka menemukan beberapa bunga rosella yang telah mengering di ruang guru. Dengan bahan yang tersisa tersebut, mereka kembali melakukan pengujian terhadap bakteri Streptococcus mutans. Dari percobaan lanjutan itulah mereka akhirnya berhasil menghasilkan pasta gigi alami berbahan dasar bunga rosella.


Selain penelitian tersebut, berbagai inovasi lain juga dipresentasikan oleh para siswa. Beberapa di antaranya adalah pemanfaatan ekstrak kulit pisang untuk memperlambat laju korosi pada besi, serta penggunaan rice bran oil sebagai bahan dasar pembuatan lip balm alami.
Tak hanya riset berbasis STEAM, para siswa juga mempresentasikan penelitian berbasis Jati Diri. Salah satunya dilakukan oleh Cilla dari kelas XI Cordova yang meneliti budaya senioritas di lingkungan SMA Bumi Cendekia. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa tidak ditemukan budaya senioritas yang mengarah pada relasi kuasa. Berbagai dinamika yang terjadi lebih banyak disebabkan oleh kesalahpahaman komunikasi antara siswa senior dan junior. Yang menggembirakan, penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa lingkungan sekolah tetap terbebas dari praktik perundungan maupun kekerasan, baik secara verbal maupun nonverbal.
Secara keseluruhan, proses penelitian yang telah dijalani para siswa menjadi pengalaman belajar yang sangat berharga. Di balik keberhasilan, tantangan, kegagalan, maupun berbagai emosi yang muncul selama proses penelitian, terdapat pembelajaran nyata yang tidak dapat diperoleh hanya melalui teori di dalam kelas. Melalui pengalaman tersebut, para siswa belajar untuk lebih jujur, reflektif, dan bertanggung jawab terhadap proses yang mereka jalani. Harapannya, pengalaman ini dapat menjadi bekal bagi mereka untuk terus bertumbuh menjadi pribadi yang lebih matang dan siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan.