Terhitung sudah dua minggu ini, dari 27 Januari 2026, Bumi Cendekia dikunjungi oleh dua foreign volunteers, yaitu Sadaf Fatima dari Pakistan dan Aisha Rabieva asal Tajkistan. Aisha merupakan salah satu mahasiswa jurusan IT, di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Sementara itu, Sadaf merupakan mahasiswa jurusan Manajemen di Sanata Dharma. Selama dua minggu menjadi volunteer di Bumi Cendekia, Aisha dan Sadaf membantu menjadi asisten mengajar di SMP maupun SMA saat jadwal University Preparation dan Tea Time.

Aisha berkata bahwa ia sangat terkesan dengan santri di sini, karena banyak dari mereka yang sudah lancar berbahasa Inggris. Sadaf pun menyatakan kesetujuannya, hal pertama yang membuatnya terkesan santri di sini tidak takut mencoba speaking walau beberapa masih kaku. Aisha juga mengatakan bahwa program di sekolah ini, khususnya Tea Time dan University Preparation sangat bagus. Meskipun Aisha merasa kesulitan karena tidak tahu bahasa Indonesia, sehingga tidak bisa berinteraksi secara emosional. Berbeda dengan Aisha, Sadaf yang sedikit telah lebih lama tinggal di Yogyakarta, masih bisa berbahasa Indonesia walau Sadaf berkata “tapi sedikit-sedikit”
Di hari terakhir, tanggal 5 Februari 2026, Aisha dan Sadaf memperkenalkan Negara mereka di kelas XII - Cordova. Dalam sesi tersebut, Sadaf mengenalkan tradisi di Pakistan terkait tempat-tempat wisata yang biasa dikunjungi turis, makanan, sampai pakaian tradisional. Ia juga mengenalkan tradisi pernikahan di Pakistan, juga memperkenalkan tarian yang biasa dipentaskan saat pernikahan. Beberapa santri tertawa ketika Sadaf menunjukkan video tarian tersebut dari versi mempelai pria. Ia juga menunjukkan satu video lagi yang biasanya dipentaskan saat memperingati hari merdeka di Pakistan, Sadaf bercerita bahwa semasa kecil ia juga pernah mementaskan tarian tersebut.

Sementara, Aisha memperkenalkan pakaian tradisional, tempat-tempat di ibukota yang sering dikunjungi turis, makanan tradisional dan beberapa tokoh pahlawan nasional di negaranya Tajkistan. Aisha mengatakan bahwa di bahasa Tajkistan, namanya sebenarnya ditulis Oisha. Namun, karena terlalu susah untuk lidah orang Indonesia, sehingga ia menyesuaikan dengan menggantinya sebagai Aisha. Karena keterbatasan waktu, presentasi Aisha tentang Tajkistan tidak begitu banyak, namun sangat mengesankan.

Setelah mengajar, saya sempat berbincang dengan keduanya mengenai pengalaman sebagai volunteer di sini. Aisha sangat menyukai Bakso, Sadaf juga namun lebih suka Ayam Geprek sebagai makanan Indonesia yang paling ia sukai. Sadaf bercerita bahwa dia sangat menyukai Indomie, ia membeli banyak Indomie untuk ditimbun di kosnya. Ia mengatakan yang membuat Indomie enak serta beda dari mie kemasan di Pakistan ialah bumbu saus dan kecapnya. Kami juga sempat berbincang mengenai perbedaan muslim di Indonesia dengan di Pakistan, sebagai muslim Sadaf yang tidak mengenakan hijab sebagai identitas religi mengatakan bahwa ia tak terkejut dengan lingkungan Pesantren Bumi Cendekia. Karena di awal, ia sudah mengetahui bahwa di sini sistem pesantrennya modern yang ramah dengan segala keberagaman. Aisha juga sempat menceritakan perbedaan muslim di Pakistan, yaitu di sana lebih dinamis dalam berhijab sebagai identitas religi. Sehingga jika tidak mengenakan pun tidak apa-apa.
Setelah berbincang banyak, Saya mengetahui bahwa Sadaf berkuliah di Sanata Dharma atas rekomendasi atasannya. Ternyata sebelum kuliah di jurusan Manajemen, Sadaf sudah sempat bekerja. Sadaf juga sudah punya pengalaman mengajar sebelumnya sebagai home tutor. Berbeda dari Sadaf, ini merupakan pengalaman pertama kali Aisha mengajar. Tetapi Aisha sangat tertarik dengan mengajar, itu sebabnya ia mengikuti volunteer ini yang informasinya diketahui dari teman kuliahnya. Acara perpisahan dengan Aisha dan Sadaf ditutup dengan foto bersama dengan Guru Bahasa Inggris SMP yaitu Ms. Tatik Maryani, S.Pd dan Guru Bahasa Inggris SMA yaitu Ms. Novia Fajar Masyitoh, M.Pd yang menjadi guru pamong keduanya selama masa volunteer. Semoga semua pengalaman yang telah Aisha dan Sadaf berikan dapat berguna baik bagi para santri maupun bagi keduanya. Terima kasih untuk pengalaman hangat yang telah kami semua lalui bersama di Bumi Cendekia.