Gombang, Tirtoadi, Kec. Mlati, Kabupaten Sleman, DIY
+62 857-0457-0001

Kabar Cendekia

Baru Berdiri 4 Tahun, SMA Bumi Cendekia Terpilih Menjadi Sekolah Model PM & KKA

Tahun ini, SMA Bumi Cendekia telah resmi ditetapkan menjadi Sekolah Model. Hal ini disampaikan di salam surat keputusan (SK) yang diterbitkan oleh Direktur Jenderal, Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar Dan Pendidikan Menengah dengan nomor 0010 Tahun 2026. Menurut mereka, Pembelajaran di SMA Bumi Cendekia telah sepenuhnya menerapkan Pembelajaran Mendalam (PM) serta Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA), sesuai dengan kriteria pada revisi terbaru Kurikulum. Padahal, tahun ini SMA Bumi Cendekia masih berusia 4 tahun.

 

 

Sekolah Model umumnya dipilih untuk menjadi rujukan sekolah lain, secara nasional hanya ada 141 sekolah yang telah ditetapkan menjadi Sekolah Model oleh Kemendikdasmen. Sementara itu di wilayah DI Yogyakarta, hanya ada 8 sekolah saja, termasuk SMA Bumi Cendekia. 

 

Penetapan ini didasarkan pada hasil visitasi dan penilaian Direktor SMA, yang memaparkan bahwa mereka melihat SMA Bumi Cendekia telah melakukan praktik pembelajaran bermakna bahkan sebelum pendekatan ini menjadi arus utama dalam kurikulum nasional. Salah satu tim dari Direktorat SMA yang melakukan visitasi di SMA Bumi Cendekia, yaitu Bu Veronika memaparkan “sekolahnya nyaman, anak-anak belajar dengan nyaman dan enjoy, serta guru-guru di sini terlihat nyaman. Suasananya rindang, tidak menyangka di lokasi yang jauh dari kota tetapi bisa menjadi ruang belajar yang nyaman dan sangat mencerminkan pembelajaran mendalam.”

 

Sejak 4 tahun berdiri, SMA Bumi Cendekia telah membangun cara berpikir siswa, dengan menyediakan ruang bagi mereka untuk bertanya. Juga hadir melalui riset STEAM berbasis masalah nyata dan riset jati diri yang mengajak siswa mengenal arah hidupnya, hingga pembelajaran social yang terjun ke masyarakat secara langsung seperti Live In. Siswa terbiasa merumuskan masalah di sekitar mereka, lalu guru memberi ruang dengan melakukan brainstroming untuk membuka pertanyaan hipotesis, setelahnya mereka menguji hipotesis mereka secara mandiri. Dari metode inilah yang membuat pembelajaran di SMA Bumi Cendekia telah memenuhi arus pembelajaran bermakna pada kurikulum nasional.

 

Meski integrasi Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) belum berjalan sejak awal berdirinya sekolah, komitmen untuk menghadirkannya sudah mulai tampak dalam berbagai inisiatif siswa. Beberapa proyek riset STEAM terbaru menunjukkan bagaimana siswa mulai mengarah pada pemanfaatan teknologi untuk menjawab permasalahan nyata. Ada yang merancang penelitian tentang integrasi Internet of Things (IoT) untuk memonitor kualitas perkembangan maggot secara real-time, dan ada pula yang mengeksplorasi penggunaan koding untuk mengidentifikasi tingkat stres akademik yang dihadapi siswa. Ini bukan sekadar tugas, tetapi sinyal bahwa cara berpikir siswa sedang berkembang dari memahami menjadi menciptakan solusi.

Bagi SMA Bumi Cendekia, KKA bukan sekadar tambahan kurikulum, tetapi sebuah evolusi dalam cara berpikir. Teknologi tidak ditempatkan sebagai tujuan akhir, melainkan sebagai alat untuk memahami, menganalisis, dan menciptakan solusi berbasis data dan realitas.

 

 

Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, SMA Bumi Cendekia mengambil posisi yang jelas: tidak menciptakan generasi yang rapuh seperti gelembung. Yang dibangun adalah generasi yang kuat dalam berpikir, matang dalam karakter, dan siap menghadapi dunia yang terus berubah. Karena kecerdasan tanpa ketahanan tidak akan cukup untuk bertahan.

 

Kini, sebagai sekolah model, SMA Bumi Cendekia tidak hanya bergerak untuk dirinya sendiri, tetapi juga mengambil peran lebih luas sebagai ruang belajar bersama. Sekolah ini menjadi laboratorium pembelajaran tempat praktik baik diuji, dikembangkan, dan dibagikan. Di usia yang masih muda, SMA Bumi Cendekia justru telah menjadi rujukan, menunjukkan bahwa usia bukan batas untuk memberi dampak dalam dunia pendidikan. Di titik ini, SMA Bumi Cendekia tidak sedang mengejar masa depan, melainkan mulai menciptakannya.