dinas kesehatan

kunjungan puskesmas mlati 2

Kunjungan Puskesmas Mlati 2 ke Bumi Cendekia untuk Persiapan Kedatangan Santri di Masa Pandemi COVID-19

Kunjungan Puskesmas Mlati 2 ke Bumi Cendekia untuk Persiapan Kedatangan Santri di Masa Pandemi COVID-19 1032 581 admin

Rombongan Puskesmas Mlati 2 melakukan kunjungan ke SMP dan Pesantren Bumi Cendekia dalam rangka meninjau persiapan kedatangan santri di masa Pandemi COVID-19. Rombongan yang terdiri dari lima personel dan dipimpin oleh Kepala TU Puskesmas Mlati 2 tersebut disambut langsung oleh Ketua Yayasan Bumi Aswaja Yogyakarta, Bapak Mohammad Iqbal Ahnaf, Ph.D.

Kunjungan dilaksanakan di sela-sela libur cuti bersama tahun baru hijriyah, yaitu pada hari jumat tanggal 21 Agustus 2020 tersebut. Kepala TU Puskesmas Mlati 2 sebagai ketua rombongan menyampaikan bahwa kunjungan terseut merupakan tindak lanjut dari surat permohonan aman COVID-19 yang telah dikirimkan oleh SMP dan Pesantren Bumi Cendekia kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman.

Selain disambut oleh Ketua Yayasan Bumi Aswaja Yogyakarta, turut hadir juga ketua satgas COVID-19 Bumi Cendekia. Pada kesempatan tersebut, Bapak Hilman Firdaus, S.Pd.Si., Gr. Selaku ketua satgas COVID-19 Bumi Cendekia memaparkan persiapan menyambut kedatangan antri serta rencana teknis penyambutan kedatangan santri.

Rencana teknis kedatangan tersebut termasuk membagi kedatangan ke dalam tiga tahap untuk menghindari penumpukan banyak orang di waktu yang sama. Memasilitasi rapid test di satu fasilitas kesehatan yang sama. Membuat pos-pos kedatangan untuk. Termasuk memisahkan tempat antara santri dan rombongan keluarga setelah tiba di Bumi Cendekia.

Selain sesi diskusi di joglo SMP dan Pesantren Bumi Cendekia, rombongan dari Puskesmas Mlati 2 berkeliling lingkungan Bumi Cendekia untuk melihat kesiapan sarana dan prasarana penyambutan santri. Melalui lembar ceklis yang dibawa, pihak Puskesmas Mlati 2 memberikan beberapa masukan terkait sarana dan prasarana yang harus dilengkapi.

Tanda tangan Berita Acara

Tanda Tangan Berita Acara

“Untuk melengkapi ceklis ini, bisa dalam bentuk dokumen kebijakan. Bisa juga dalam bentuk foto (sarpras). Dokumen dikirim ke bagian TU Puskesmas Mlati 2. Jika dokumen sudah lengkap, kami akan melaporkan ke Dinas Kesehatan dan Dinas Kesehatan yang akan mengeluarkan surat keterangan (aman COVID-19),” demikian kesimpulan yang disampaikan pihak Puskesmas Mlati 2. [Admin]

Kepala Pesantren Bumi Cendekia Menyerahkan Surat Permohonan Aman COVID-19

Kepala Pesantren Bumi Cendekia Menyerahkan Surat Permohonan Aman COVID-19 712 712 admin

Pada hari Selasa, 11 Agustus 2020, Kepala Pesantren Bumi Cendekia menyerahkan surat permohonan aman COVID-19 kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman. Surat permohonan ini merupakan tindak lanjut dari rencana Pesantren Bumi Cendekia yang berencana mendatangkan santri pada awal September 2020.

Sebagaimana telah disepakati dalam rapat yang dihadiri oleh Yayasan Bumi Aswaja Yogyakarta, SMP dan Pesantren Bumi Cendekia, serta perwakilan Komite Sekolah, bahwa Bumi Cendekia akan mendatangkan santri pada tanggal 02 September 2020. Dalam rapat tersebut juga disepakati pembentukan satuan tugas percepatan penanganan COVID 19 di Pesantren Bumi Cendekia. Satuan tugas yang diketuai oleh Hilman Firdaus ini bertanggung jawab atas segala yang berhubungan dengan COVID-19 di Bumi Cendekia.

Salah satu langkah awal yang ditempuh Satgas COVID-19 Bumi Cendekia adalah menindaklanjuti Surat Edaran Bupati Sleman nomor 450/01514 tentang Panduan Permohonan Surat Keterangan Aman COVID-19 di Masa Pandemi bagi Pesantren dan Pendidikan Keagamaan Berasrama. Dalam surat edaran tersebut disertakan panduan dan format pembuatan surat permohonan beserta lampiran-lampiran yang diperlukan.

Muhammat Sabar Prihatin selaku Kepala Pesantren Bumi Cendekia mengantar surat permohonan aman COVID-19 tersebut ke Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman ditemani oleh ketua Satgas COVID-19 Bumi Cendekia. Keduanya diterima oleh salah satu staff dinas kesehatan.

“Surat permohonan ini kami terima,” demikian pernyataan salah satu staff yang menerima surat permohonan tersebut. “Selanjutnya tinggal menunggu kunjungan dari kami.”

Saat ditanya perkiraan lamanya proses penerimaan surat sampai ke kunjungan dinas, yang bersangkutan tidak bisa memastikan. “Mungkin bisa satu minggu atau dua minggu. Karena surat permohonan yang masuk sangat banyak dan berasal dari seluruh wilayah Kabupaten Sleman.”

Meskipun banyak pesantren di wilayah Sleman yang sudah mendatangkan santri secara bertahap tanpa melalui sertifikat aman COVID-19 dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Pesantren Bumi Cendekia tetap mengikuti prosedur yang berlaku. Selain untuk memastikan keamanan dan keselamatan warga pesantren, langkah ini juga merupakan upaya untuk menjalin kerjasama antarlembaga yang kokoh sehingga menghasilkan sinergi yang baik demi kemajuan Pesantren Bumi Cendekia.