Sosialisasi Kesehatan Reproduksi

Sosialisasi Kesehatan Reproduksi, Cegah Stunting, dan Gerakan Masyarakat Sehat Fatayat NU DIY di SMP dan Pesantren Bumi Cendekia

Sosialisasi Kesehatan Reproduksi, Cegah Stunting, dan Gerakan Masyarakat Sehat Fatayat NU DIY di SMP dan Pesantren Bumi Cendekia 1280 960 Webmaster Bumi Cendekia

Pimpinan Wilayah (PW) Fatayat DIY mengadakan Sosialisasi Kesehatan Reproduksi, Cegah Stunting, dan Gerakan Masyarakat Sehat di SMP dan Pesantren Bumi Cendekia. Acara yang diselenggarakan pada hari Minggu (01/09/2019) tersebut bertujuan untuk mengenalkan kesehatan reproduksi dan pola hidup sehat di pesantren di wilayah DIY. SMP dan Pesantren Bumi Cendekia menjadi pesantren pertama yang mendapatkan kesempatan untuk menyelenggarakan acara tersebut.

Ibu Khotimatul Husna selaku ketua PW Fatayat DIY dalam sambutannya menyampaikan “tubuh kita adalah daulat kita sehingga kita wajib menjaganya.” Kepada para santri beliau menekankan bahwa tubuh punya hak-hak yang perlu dipenuhi agar bisa menjalankan fungsinya dengan baik.

Acara sosialisasi sendiri disampaikan oleh Ibu Fitrin selaku Ketua Bidang Kesehatan Masyarakat PW Fatayat DIY. Ditemani oleh Firda sebagai duta Genre BKKBN yang juga aktif di IPNU, Ibu Fitrin mengawali acara dengan sesi diskusi antar-santri tentang nama, asal, harapan, dan kekahwatiran. Acara kemudian dilanjutkan dengan pengenalan organ reproduksi, cara menjaga kesehatan organ reproduksi, dan sesi diskusi tentang pubertas. Pada sesi diskusi ini santri dibagi menjadi beberapa kelompok dan diminta untuk mendiskusikan beberapa hal, diantaranya kapan pertama kali haid/mimpi basah? Apa yang dirasakan saat pertama kali haid/mimpi basah? Siapa yang diberi tahu saat pertama kali haid/mimpi basah?

Setelah istirahat dzuhur dan makan siang, acara dilanjutkan dengan pembahasan tentang hak kesehatan seksual dan reproduksi. Para santri diperkenalkan kepada anggota badan yang tidak aman untuk disentuh, baik oleh sesama jenis maupun oleh lawan jenis. Para santri pun diminta untuk berbagi pengalaman apakah mereka pernah mengalami sentuhan tidak aman dan kekerasan seksual. Sesi ini kemudian ditutup dengan penyampaian 12 hak kesehatan seksual dan reproduksi.

Di sela-sela acara, Ibu Khotimatul Husna selaku salah satu pengurus Yayasan Bumi Aswaja yang menaungi SMP dan Pesantren Bumi Cendekia menegaskan kepada para santri agar selalu menjaga diri dalam pergaulan di lingkungan pesantren sesuai dengan ajaran islam dan memperhatikan kesehatan seksual dan reproduksi. (HF)