Karya

faktor alam dan faktor manusia
Faktor Alam dan Faktor Manusia dalam Bencana Banjir di Kalimantan Selatan 1280 960 admin

Faktor Alam dan Faktor Manusia dalam Bencana Banjir di Kalimantan Selatan

Sebagai pulau yang terletak di antara Pulau Sumatera dan Pulau Sulawesi, Kalimantan memiliki kekayaan akan flora dan fauna yang sangat beragam. Selain itu, Pulau Kalimantan merupakan pulau terbesar ketiga di dunia, yang di dalamnya terdapat banyak destinasi wisata yang dapak kita kunjungi untuk berlibur. Sayangnya, di awal tahun 2021 Indonesia seakan terguncang dengan berita bahwa hutan kebanggaan mereka tertelan oleh banjir.

Banjir itu terjadi di Kalimantan, tepatnya di Kalimantan Selatan. Banjir salah satunya dapat disebabkan karena kurangnya daerah resapan air, sedangkan kalimantan merupakan pulau yang memiliki berhektar-hektar lahan hutan. Namun kenapa banjir bisa terjadi di Kalimantan?

Dugaan awal, banjir di Kalimantan disebabkan karena penebangan hutan yang terjadi terus – menerus  dan juga terjadi karena curah hujan yang terbilang cukup tinggi. Setelah dianalisis ternyata cukup banyak penyebab banjir di Kalimantan. Berikut adalah beberapa penyebab banjir di Kalimantan Selatan menurut analisis kami.

Faktor Alam dan Faktor Manusia

  • PENEBANGAN HUTAN LIAR

Penebangan hutan liar kerap terjadi karena kebutuhan kayu di pasar lokal maupun internasional meningkat. Hal ini diperparah dengan kurangnya penegakan hukum yang ada di Indonesia sehingga penambangan liar masih sering terjadi.

  • CURAH HUJAN YANG TINGGI

Curah hujan yang tinggi juga menjadi salah satu penyebab banjir di Kalimantan selatan.

  • SAMPAH YANG TAK TEROLAH

Sampah di Kalimantan mencapai 766 ton per tahun, penyumbang sampah terbesar adalah sampah rumah tangga berkisaran 65,3%. Dan 30% sampah tersebut tidak terolah, menyebabkan menurunnya kualitas baik tanah, air, dan udara.

  • PERTAMBANGAN ILEGAL

Pertambangan liar juga telah menyebabkan kerusakan lingkungan yang menyisakan lubang besar, sehingga saat musim hujan akan menjadi tempat genangan air. Menurut BAPEDALDA banyak bekas pertambangan di Kalimantan Selatan yang belum dideklamasi sehingga berpotensi menyababkan masalah di masa mendatang.

  • GELOMBANG LAUT

Gelombang laut yang tinggi berpengaruh terhadap arus balik ke daratan.

  • KEPADATAN JUMLAH PENDUDUK

Pada tahun 2020 jumlah penduduk di kalimantan selatan berjumlah 4.304.000 sedangkan di tahun 2019 berjumlah 244.096. Artinya adanya penambahan sekitar 100 ribu jiwa dalam satu tahun, yang berarti kepadatan penduduk semakin meningkat.

  • RUMAH LIAR DI PINGGIR SUNGAI

Rumah dipinggir sungai menyebabkan lebar sungai berkurang, sehingga aliran sungai meluap ke daratan

  • BERKURANGNYA LAHAN HUTAN

Berkurangnya lahan hutan primer mencapai 13.000 hektar , lahan hutan sekunder mencapai 116.00 hektar

Kesimpulannya adalah penyebab banjir di kalimantan Selatan tidak hanya disebabkan oleh faktor alam , tetapi juga faktor manusia. Mengapa bisa faktor alam dan manusia?

Faktor alam adalah faktor yang terjadi secara alami oleh alam. Contoh faktor alam adalah curah hujan. Sedangkan faktor manusia bisa menyebabkan banjir karena ulah manusia, yaitu membuang sampah sembarangan, penebangan liar, pertambangan, dan lain-lain.

Beberapa Solusi

Sekarang mari kita membahas  tentang solusi banjir di Kalimantan Selatan. Banyak cara agar mencegah banjir di Kalimantan Selatan, hanya tinggal ingin melakukanya atau tidak.

Cara yang pertama untuk mencegah banjir di Kalimantran Selatan adalah menanam tanaman kembali atau reboisasi. Reboisasi dapat dilakukan dengan menanam tanaman sebagai tempat menyimpan air sehinggga air tidak menggenang di daratan tetapi menyerap kedalam akar tanaman. Untuk melakukan reboisasi diperlukan teknik – teknik tertentu, dan juga jangan menggunakan tanman yang sembarangan.

Cara yang kedua adalah mengurangi pembuangan sampah, terutama sampah plastic. Banyak orang seringkali meremehkan nilai guna plastik. Padahal limbah sampah plastik dapat didaur ulang menjadi kerajinan tangan yang bermanfaat dan dapat dijual dengan harga standar hingga harga tinggi.

 

Cara yang ketiga  adalah mengaruangi atau tidak melakukan penebangan hutan secara ilegal. Jika penebangan hutan dilakukan secara terus menerus maka peresapan di dalam tanah akan berkurang.

Cara keempat menggalakan program transmigrasi. Transmigrasi adalah program pemerintah untuk pemindahan penduduk.

 

Menurut kami cara-cara di atas dapat dilakukan oleh masyarakat Indonesia secara umum untuk mencegah banjir. Pemerintah dapat membuat program mencegah banjir seperti solusi di atas.

Ditulis oleh: Shareefah Wardah Az-Zahwah, Kaori Khabib, Naila Syadda Lubaba, Batsyeba Banyu Bening

Disunting oleh: Hilman Firdaus

Gambar fitur oleh: Lakhaula Sahrotul Aulia

 

Petani dan Tarian Hari Depan 1280 960 admin

Petani dan Tarian Hari Depan

Oleh: Serenade Sariaklayung

Sejauh permenungan, rasanya sangat jarang generasi saat ini ada minat dalam pertanian. Dipandang sebelah mata, pertanian dianggap sebagai suatu peluang yang tidak menarik. Rasanya amat disayangkan jika letak geografis Indonesia sebagai negara agraris di sia-siakan tidak dikembangkan.

Penyangga Tatanan Pangan Indonesia atau biasa dikenal sebagai petani adalah penyangga masa depan negara yang sesungguhnya. Kita banyak melihat petani berjemur di bawah sinar matahari, menghadapi lumpur untuk membajak sawah tetapi masih saja hidup pas-pasan. Sayangnya seringkali penglihatan seperti ini hanya sekilas saja, memandangnya tanpa mengetahui dunia pertanian secara luas.

Sawah bukan tempat satu-satunya untuk dapat memulai sebuah pertanian. Banyak petani telah membuktikan adanya peluang yang sangat besar. Sebutan petani tidak hanya diperuntukan bagi orang yang bekerja dan berkaitan dengan lumpur dan sawah saja tetapi juga bagi orang yang bekerja d i sektor perkebunan. Sebenarnya pertanian dapat di kembangkan melalui beberapa cara. Perkebunan dapat dikembangkan dalam sistem pertanian untuk orientasi skala besar, jadi salah jika hanya menganggap sebutan petani hanya untuk pekerja sawah.

Banyak ragam cara untuk mengembangkan dan meningkatkan omset pertanian. Petani bukan hanya identik dengan orang desa yang kental dengan hasil panen yang berlimpah saja, saat ini sudah banyak orang kota yang menjadi petani. Apalagi jika orang kota sudah mengetahui peluang dari hasil pertanian.

Banyak sekali orang kota masa kini membeli tanah di desa untuk dikembangan dalam berbagai sektor, salah satunya adalah sektor pertanian. Tak jarang tanah yang di beli sangatlah luas dan ditanami dengan berbagai macam
tanaman. Sektor pertanian bukan hanya sebagai pendapatan pokok tetapi dapat menjadikan pertanian sebagai pekerjaan sampingan yang dapat memberi penghasilan tambahan yang amat memuaskan, pertanian jika ditekuni dengan baik akan menjadi sumber penghasilan utama.

Kondisi pandemi saat ini mendukung untuk melihat secara mendalam dunia pertanian. Bukan hanya tampilan luar, para petani memiliki banyak keuntungan dibalik tampilan kesederhanaanya. Penghasilan mereka bisa jauh lebih tinggi dibandingkan pekerjaan dengan tampilan yang menarik dan rapih. Tak jarang kesederhanaan itu memicu ilusi yang membuat penglihatan terhalang. Tampilan bukanlah dasar suatu pekerjaan, karena tidak semua tampilan mewakilkan keberhasilan.

Dari kesederhanaan penampilannya terdapat suatu kekayaan yang tak disangka. Dibalik sosok pekerja keras itu terdapat banyak omset yang didapatkan. Selain pengetahuan yang terlihat jelas dari caranya bertindak, cara berpikirnya diiringi dengan berbagai pertimbangan untuk mencari peluang yang tak bisa dilihat oleh orang pada umumnya.

Para petani sangatlah pintar mencari kesempatan. Bijak dalam memilih peluang yang tepat dan pandai membuka jalan bagi manfaat hasil pertanian. Sebegitu hebatkah sosok petani? ya, mereka benar-benar hebat tanpanya dari
mana makanan kita dapatkan. Tanpa petani bukankah kondisi alam di Indonesia akan menjadi terlantar dan tidak terkelola, sungguh amat disayangkan bukan?

Terlepas dari banyaknya peluang yang didapatkan. Inovasi sangatlah penting untuk menunjang pemasaran hasil pertanian. Saat ini persaingan dalam segi kualitas maupun kuantitas sangatlah dipertimbangkan. Petani bukan hanya sekedar membajak, karena setiap petani harus memiliki inovasi dan tujuan perencanaan tersendiri.

Inovasi sangat diperlukan oleh petani. Bukan hanya inovasi dalam teknologi pertanian, tetapi juga inovasi dalam hal teknologi pemasaran. Dapat dikatakan setiap Inovasi berbeda-beda. Dilakukan dengan cara yang berbeda-beda pula. Tetapi tetap hasil yang terbaik menjadi tujuan utama dari inovasi. Inovasi bukanlah hanya sekedar berpikir berbeda, tetapi harus disertai dengan pengkajian kondisi yang disesuaikan dengan hasil, jika inovasi hanya menjadi sebuah andalan itu tidaklah cukup. Sebaik apapun, sebagus apapun kualitas dan kuantitasnya jika hasil pertanian tersebut sedikit peminatnya maka akan tertandingi dengan hasil pertanian yang mempunyai banyak peminat sehingga perlu dipikirkan inovasi pemasarannya.

Teknologi daring internet telah mengantarkan keberhasilan yang lebih besar. Kemudahan yang diberikan amatlah sangat dimanfaatkan oleh petani, terlebih lagi kebanyakan konsumen saat ini mengandalkan aplikasi untuk membeli suatu barang. Ada baiknya jika mengikuti perkembangan agar tidak tertinggal. Persaingan semakin besar dengan keunggulan yang berbeda. Di saat seperti inilah pentingnya sebuah solusi bagi petani untuk mendapatkan suatu
inovasi. Petani dapat menjual hasil pertaniannya melalui pemasaran online langsung kepada konsumen tidak lagi melalui perantara tengkulak agar hasil pertaniannya dapat langsung dinikmati oleh konsumen. Hal ini tentu saja meningkatkan penghasilan petani.

Jangan dilupakan, proses sangatlah penting dalam pertanian. Proses yang dapat menunjang konsumen memberikan kepercayaanya kepada para petani. Petani memberikan perjuangan dan pengorbanan terbaik. Tidak lupa integritas yang sangat dibutuhkan. Jika kepintaran dan kepandaian menjadi suatu pola, maka dalam pertanian kejujuran merupakan dasar dari semua pola tersebut.

Petani harus yakin dapat bersaing secara baik. Petani yakin mampu dapat melakukan yang lebih baik agar hasil pertanian menjadi berlimpah. Bagaimana mungkin jika sebaliknya petani bersaing tanpa keyakinan bahwa hasil panennya tidak dapat memenuhi kuantitas dan kualitas pasar. Keyakinan dapat menumbuhkan semangat persaingan. Petani yang melakukan persaingan dengan penuh keyakinan, tentu dapat memenuhi kebutuhan pasar baik secara kualitas maupun kuantitas.

Yakin bahwa di hari depan petani dapat menjadikan bangsa Indonesia sebagai lumbung padi dunia. Yakin dan berusaha untuk mewujudkan bahwa hal itu akan terjadi pada suatu saat. Petani Indonesia harus yakin bahwa penanganan pasca panen dan pengolahan hasil pertanian mendapatkan kuantitas dan kualitas terbaik, sebaliknya jika petani Indonesia sendiri tak yakin dengan hasil pertaniannya bagaimana bisa mewujudkan Indonesia sebagai negara lumbung padi dunia. Indonesia yang terkenal sebagai bangsa “gemah ripah loh jinawi” yang artinya tenteram dan makmur serta sangat subur tanahnya. Sehingga tidak ada pilihan lain, petani Indonesia harus yakin bisa mewujudkannya.

Penting sekali untuk mengingat bahwa penglihatan ini hanya dapat sekedar melihat. Jangan menganggap pertanian sebagai suatu yang memiliki sedikit daya tarik. Pertanian itu sangatlah menguntungkan baik dalam segi ekonomi maupun segi yang lainnya. Petani sebagai garda penjaga ketahanan pangan sangatlah dibutuhkan. Tanpa kondisi pangan darri mana makanan yang menunjang kebutuhan pertumbuhan dan kelangsungan itu ada. Itu karena petani
yang memberikan hasil terbaik bagi setiap konsumenya.

Pertanian melibatkan banyak manfaat dan keuntungan. Kebutuhan gizi tercukupi berkat hasil pertanian karena tanggung jawab seorang petani bukan hanya sekedar menanam dan merawat. Seorang petani bertanggung jawab untuk menjaga stabilitas ketersediaan pangan dengan hasil panen terbaik untuk pertumbuhan generasi muda yang sehat, cerdas dan bijak.

Di sisi lain, saat kebanyakan orang bingung akan harga kebutuhan pokok yang meroket. Petani tetap tenang dalam kesederhanaan, petani dapat mengambil, menggolah, mengkonsumsi hasil panennya tanpa terpengaruh harga kebutuhan pokok yang meroket. Petani sudah menciptakan lumbung pangan untuk keluarganya. Enak bukan keuntungan menjadi petani. Oleh karena itu, mari kita dukung pertanian Indonesia agar menjadi pertanian hari depan yang dapat berkembang dan mensejahterakan. [Admin]

Sampel Karya 1001 501 Webmaster Bumi Cendekia

Sampel Karya

Ini adalah sampel karya.