BUMI CENDEKIA YOGYAKARTA

SMP, SMA & Pesantren Bumi Cendekia
faktor alam dan faktor manusia

Faktor Alam dan Faktor Manusia dalam Bencana Banjir di Kalimantan Selatan

Faktor Alam dan Faktor Manusia dalam Bencana Banjir di Kalimantan Selatan 1280 960 admin

Sebagai pulau yang terletak di antara Pulau Sumatera dan Pulau Sulawesi, Kalimantan memiliki kekayaan akan flora dan fauna yang sangat beragam. Selain itu, Pulau Kalimantan merupakan pulau terbesar ketiga di dunia, yang di dalamnya terdapat banyak destinasi wisata yang dapak kita kunjungi untuk berlibur. Sayangnya, di awal tahun 2021 Indonesia seakan terguncang dengan berita bahwa hutan kebanggaan mereka tertelan oleh banjir.

Banjir itu terjadi di Kalimantan, tepatnya di Kalimantan Selatan. Banjir salah satunya dapat disebabkan karena kurangnya daerah resapan air, sedangkan kalimantan merupakan pulau yang memiliki berhektar-hektar lahan hutan. Namun kenapa banjir bisa terjadi di Kalimantan?

Dugaan awal, banjir di Kalimantan disebabkan karena penebangan hutan yang terjadi terus – menerus  dan juga terjadi karena curah hujan yang terbilang cukup tinggi. Setelah dianalisis ternyata cukup banyak penyebab banjir di Kalimantan. Berikut adalah beberapa penyebab banjir di Kalimantan Selatan menurut analisis kami.

Faktor Alam dan Faktor Manusia

  • PENEBANGAN HUTAN LIAR

Penebangan hutan liar kerap terjadi karena kebutuhan kayu di pasar lokal maupun internasional meningkat. Hal ini diperparah dengan kurangnya penegakan hukum yang ada di Indonesia sehingga penambangan liar masih sering terjadi.

  • CURAH HUJAN YANG TINGGI

Curah hujan yang tinggi juga menjadi salah satu penyebab banjir di Kalimantan selatan.

  • SAMPAH YANG TAK TEROLAH

Sampah di Kalimantan mencapai 766 ton per tahun, penyumbang sampah terbesar adalah sampah rumah tangga berkisaran 65,3%. Dan 30% sampah tersebut tidak terolah, menyebabkan menurunnya kualitas baik tanah, air, dan udara.

  • PERTAMBANGAN ILEGAL

Pertambangan liar juga telah menyebabkan kerusakan lingkungan yang menyisakan lubang besar, sehingga saat musim hujan akan menjadi tempat genangan air. Menurut BAPEDALDA banyak bekas pertambangan di Kalimantan Selatan yang belum dideklamasi sehingga berpotensi menyababkan masalah di masa mendatang.

  • GELOMBANG LAUT

Gelombang laut yang tinggi berpengaruh terhadap arus balik ke daratan.

  • KEPADATAN JUMLAH PENDUDUK

Pada tahun 2020 jumlah penduduk di kalimantan selatan berjumlah 4.304.000 sedangkan di tahun 2019 berjumlah 244.096. Artinya adanya penambahan sekitar 100 ribu jiwa dalam satu tahun, yang berarti kepadatan penduduk semakin meningkat.

  • RUMAH LIAR DI PINGGIR SUNGAI

Rumah dipinggir sungai menyebabkan lebar sungai berkurang, sehingga aliran sungai meluap ke daratan

  • BERKURANGNYA LAHAN HUTAN

Berkurangnya lahan hutan primer mencapai 13.000 hektar , lahan hutan sekunder mencapai 116.00 hektar

Kesimpulannya adalah penyebab banjir di kalimantan Selatan tidak hanya disebabkan oleh faktor alam , tetapi juga faktor manusia. Mengapa bisa faktor alam dan manusia?

Faktor alam adalah faktor yang terjadi secara alami oleh alam. Contoh faktor alam adalah curah hujan. Sedangkan faktor manusia bisa menyebabkan banjir karena ulah manusia, yaitu membuang sampah sembarangan, penebangan liar, pertambangan, dan lain-lain.

Beberapa Solusi

Sekarang mari kita membahas  tentang solusi banjir di Kalimantan Selatan. Banyak cara agar mencegah banjir di Kalimantan Selatan, hanya tinggal ingin melakukanya atau tidak.

Cara yang pertama untuk mencegah banjir di Kalimantran Selatan adalah menanam tanaman kembali atau reboisasi. Reboisasi dapat dilakukan dengan menanam tanaman sebagai tempat menyimpan air sehinggga air tidak menggenang di daratan tetapi menyerap kedalam akar tanaman. Untuk melakukan reboisasi diperlukan teknik – teknik tertentu, dan juga jangan menggunakan tanman yang sembarangan.

Cara yang kedua adalah mengurangi pembuangan sampah, terutama sampah plastic. Banyak orang seringkali meremehkan nilai guna plastik. Padahal limbah sampah plastik dapat didaur ulang menjadi kerajinan tangan yang bermanfaat dan dapat dijual dengan harga standar hingga harga tinggi.

 

Cara yang ketiga  adalah mengaruangi atau tidak melakukan penebangan hutan secara ilegal. Jika penebangan hutan dilakukan secara terus menerus maka peresapan di dalam tanah akan berkurang.

Cara keempat menggalakan program transmigrasi. Transmigrasi adalah program pemerintah untuk pemindahan penduduk.

 

Menurut kami cara-cara di atas dapat dilakukan oleh masyarakat Indonesia secara umum untuk mencegah banjir. Pemerintah dapat membuat program mencegah banjir seperti solusi di atas.

Ditulis oleh: Shareefah Wardah Az-Zahwah, Kaori Khabib, Naila Syadda Lubaba, Batsyeba Banyu Bening

Disunting oleh: Hilman Firdaus

Gambar fitur oleh: Lakhaula Sahrotul Aulia

 

Kerjasama Laboratorium Sosial UNU Yogyakarta dengan SMP dan Pesantren Bumi Cendekia

Kerjasama Laboratorium Sosial UNU Yogyakarta dengan SMP dan Pesantren Bumi Cendekia 712 712 admin

Empat perwakilan Universitas Nahdhatul Ulama (UNU) Yogyakarta melakukan kunjungan ke SMP dan Pesantren Bumi Cendekia. Keempat perwakilan tersebut disambut langsung oleh Ketua Yayasan Bumi Aswaja Yogyakarta dan Direktur Eksekutif Bumi Aswaja Yogyakarta.

Kunjungan tersebut merupakan salah satu pertemuan dalam rangka membahas tema-tema laboratorium sosial sebelum penandatanganan MoU antara kedua lembaga. Salah satu tema besar yang diangkat oleh laboratorium sosial UNU Yogyakarta adalah humanity education. Dalam hal ini, SMP dan Pesantren Bumi Cendekia sebagai bagian dari Yayasan Bumi Aswaja Yogyakarta menjadi salah satu lembaga yang akan menjadi laboratorium sosial mahasiswa UNU Yogyakarta.

Dalam sesi brainstorming yang diadakan di joglo SMP dan Pesantren Bumi Cendekia pada hari Rabu, 26 Agustus 2020, direktur pelaksana, kepala pesantren, dan kepala SMP Bumi Cendekia menyampaikan beberapa tantangan yang bisa menjadi bagian dari tema humanity education.

Acep Yonny sebagai direktur pelaksana mengharapkan dari bagian IT dapat membantu mengembangkan media pembelajaran digital, seperti majalah digital.

Sementara itu Muhammat Sabar Prihatin sebagai kepala pesantren menyampaikan tiga tantangan besar, yaitu penerapan Bahasa Inggris sebagai bahasa sehari-hari, SDM untuk mendampingi mengaji sorogan, dan model integrasi materi PAI dari kurikulum kementrian dengan materi kitab klasik pesantren.

Sedangkan Hilman Firdaus selaku kepala sekolah menyampaikan dua poin utama yaitu menemukan model danstandar evaluasi pembelajaran yang tidak berdasarkan nilai angka, dan menyusun hasil temuan tersebut menjadi karya tulis ilmiah melibatkan para guru. [Admin]

kunjungan puskesmas mlati 2

Kunjungan Puskesmas Mlati 2 ke Bumi Cendekia untuk Persiapan Kedatangan Santri di Masa Pandemi COVID-19

Kunjungan Puskesmas Mlati 2 ke Bumi Cendekia untuk Persiapan Kedatangan Santri di Masa Pandemi COVID-19 1032 581 admin

Rombongan Puskesmas Mlati 2 melakukan kunjungan ke SMP dan Pesantren Bumi Cendekia dalam rangka meninjau persiapan kedatangan santri di masa Pandemi COVID-19. Rombongan yang terdiri dari lima personel dan dipimpin oleh Kepala TU Puskesmas Mlati 2 tersebut disambut langsung oleh Ketua Yayasan Bumi Aswaja Yogyakarta, Bapak Mohammad Iqbal Ahnaf, Ph.D.

Kunjungan dilaksanakan di sela-sela libur cuti bersama tahun baru hijriyah, yaitu pada hari jumat tanggal 21 Agustus 2020 tersebut. Kepala TU Puskesmas Mlati 2 sebagai ketua rombongan menyampaikan bahwa kunjungan terseut merupakan tindak lanjut dari surat permohonan aman COVID-19 yang telah dikirimkan oleh SMP dan Pesantren Bumi Cendekia kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman.

Selain disambut oleh Ketua Yayasan Bumi Aswaja Yogyakarta, turut hadir juga ketua satgas COVID-19 Bumi Cendekia. Pada kesempatan tersebut, Bapak Hilman Firdaus, S.Pd.Si., Gr. Selaku ketua satgas COVID-19 Bumi Cendekia memaparkan persiapan menyambut kedatangan antri serta rencana teknis penyambutan kedatangan santri.

Rencana teknis kedatangan tersebut termasuk membagi kedatangan ke dalam tiga tahap untuk menghindari penumpukan banyak orang di waktu yang sama. Memasilitasi rapid test di satu fasilitas kesehatan yang sama. Membuat pos-pos kedatangan untuk. Termasuk memisahkan tempat antara santri dan rombongan keluarga setelah tiba di Bumi Cendekia.

Selain sesi diskusi di joglo SMP dan Pesantren Bumi Cendekia, rombongan dari Puskesmas Mlati 2 berkeliling lingkungan Bumi Cendekia untuk melihat kesiapan sarana dan prasarana penyambutan santri. Melalui lembar ceklis yang dibawa, pihak Puskesmas Mlati 2 memberikan beberapa masukan terkait sarana dan prasarana yang harus dilengkapi.

Tanda tangan Berita Acara

Tanda Tangan Berita Acara

“Untuk melengkapi ceklis ini, bisa dalam bentuk dokumen kebijakan. Bisa juga dalam bentuk foto (sarpras). Dokumen dikirim ke bagian TU Puskesmas Mlati 2. Jika dokumen sudah lengkap, kami akan melaporkan ke Dinas Kesehatan dan Dinas Kesehatan yang akan mengeluarkan surat keterangan (aman COVID-19),” demikian kesimpulan yang disampaikan pihak Puskesmas Mlati 2. [Admin]

selapanan

Benih-Benih Kalender dalam Al-Quran

Benih-Benih Kalender dalam Al-Quran 720 721 admin

Dalam Selapanan rutin SMP dan Pesantren Bumi Cendekia yang bertepatan dengan tahun baru Hijriyah 1442, Bapak KH Imam Azis memaparkan refleksi tentang benih-benih kalender di dalam Al-Quran.

Acara yang berlangsung pada tanggal 20 Agustus 2020 pada pukul 19.30 WIB tersebut diawali dengan pembacaan tahlil yang dipimpin oleh direktur pelaksana Bumi Hikmah, Bapak Ihrom. Selain dihadiri secara langsung oleh dewan guru dan musyrif/musyrifah, acara ini juga diikuti oleh santri secara virtual melalui aplikasi zoom.

Dalam pemaparannya tentang tahun baru Hijriyah, Bapak KH Imam Azis menyebutkan bahwa penetapan kalender hijriyah terjadi pada masa khalifah Umar bin Khattab. Pada masa ini ajaran islam sudah menyebar ke wilayah yang lebih luas. Islam tumbuh menjadi sebuah peradaban baru. Sebagaimana semua peradaban besar dunia lainnya yang mempunyai kalender, saat itu umat muslim pun merasa membutuhkan kalender sebagai identitas.

Meskipun kalender hijriyah ditetapkan pada masa Khalifah Umar bin Khattab, benih-benih kalender sebenarnya sudah ada di dalam Al-Quran. Sebagaimana tercantum pada Surat At-Taubah ayat 36

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ

“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi…”

Dalam islam, keberadaan kalender tidak hanya sebagai kalender, akan tetapi juga sebagai basis untuk melaksanakan ibadah. Bapak KH Imam Azis mencotohkan dalam ayat lain. Ketika ada pertanyaan tentang apa itu ahillah (bulan sabit). Allah SWT berfirman dalam surat Al-Baqoroh ayat 189 bahwa “bulan sabit merupakan tanda waktu bagi manusia dan bagi (ibadah) haji.” [Admin]

Restrukturisasi Manajemen Bumi Cendekia

Restrukturisasi Manajemen Bumi Cendekia 150 150 admin

Pada hari Kamis, 20 Agustus 2020, bertepatan dengan momen tahun baru 1442 Hijriyah, diadakan pertemuan antara pengurus yayasan dengan berapa guru yang termasuk assabiqunal awwaluun untuk membahas restrukturisasi organisasi yayasan dan sekolah. Perubahan struktur ini terjadi karena adanya pengembangan organisasi.

Salah satu perubahan struktrur yang sangat menonjol adalah adanya Direktur Eksekutif Bumi Aswaja Yogyakarta. Posisi yang diisi oleh Pak Saeroni tersebut merupakan struktur baru yang berperan sebagai penghubung antara Yayasan Bumi Aswaja Yogyakarta dengan divisi-divisi di bawahnya.

Salah satu divisi di bawah Yayasan Bumi Aswaja Yogyakarta adalah SMP dan Pesantren Bumi Cendekia. Dalam divisi SMP dan Pesantren Bumi Cendekia diangkat direktur pelaksana baru yang dulunya diisi oleh Ibu Listia, sekarang diisi oleh Bapak Acep Yonny. Penunjukkan ini disepakati oleh seluruh forum yang hadir.

Ditanya pendapat tentang penunjukannya, Bapak Acep Yonny menyampaikan, “Jika ini adalah aspirasi teman-teman, Insya Allah saya siap.” Kesiapan ini juga diikuti dengan permintaan dari Bapak Acep, “mohon bantuan dan bimbingan teman-teman.”

Sementara itu Bapak Dr. Imam Machali, M.Pd yang sebelumnya menjabat sebagai direktur SMP dan Pesantren Bumi Cendekia, selain mejadi wakil dekan di FITK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, setelah ini akan memegang tanggung jawab sebagai ketua badan wakaf, sebuah badan baru dari Yayasan Bumi Aswaja Yogyakarta. [Admin]

lomba memeriahkan HUT kemerdekaan RI

Lomba Virtual Memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-75

Lomba Virtual Memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-75 1241 1754 admin

Dalam rangka memeriahkan HUT kemerdekaan RI yang ke-75, SMP dan Pesantren Bumi Cendekia menyelenggarakan lomba virtual untuk para santri. Lomba dilaksanakan secara virtual karena kondisi pandemi COVID-19 dan santri masih belajar dari rumah.

Lomba-lomba tersebut dilaksanakan pada tanggal 14-17 Agustus 2020. Adapun cabang yang dilombakan adalah lomba menulis tentang kemerdekaan, lomba foto selfie kemerdekaan, lomba tiktok kemerdekaan, lomba membaca puisi, pidato atau orasi kemerdekaan, dan lomba poster kemerdekaan.

Lomba menulis kemerdekaan yang dikawal oleh Ibu Clara sebagai juri mensyaratkan para peserta untuk menulis sepanjang 750-1500 kata. Sedangkan lomba baca puisi, pidato, atau orasi yang dikawal Bapak Acep mensyaratkan adanya ekspresi dan vokal yang kentara. Khusus untuk pidato atau orasi, ada ketentuan durasi minimal 5 menit dan maksimal 10 menit.

Sementara itu dalam rangka penjurian, untuk lomba foto selfie kemerdekaan mensyaratkan agar foto diunggah ke platform Instagram, di mana setiap peserta wajib mengikuti akun kedua juri lomba yaitu Ibu Pertiwi Dwi Lestari dan Ibu Indana Khorun Nida, juga akun SMP dan pesantren Bumi Cendekia. Selain itu, disetiap foto yang diunggah untuk dilombakan wajib menyebutkan ketiga akun tersebut dalam caption foto.

Berbeda dengan lomba tiktok kemerdekaan yang tidak mengharuskan karya diunggah ke media sosial; syarat video tiktok yang diikutsertakan pada lomba justru adalah video yang belum pernah dipublikasikan. Selain itu, Ibu Ainatu Masrurin selaku juri lomba mempersilahkan peserta untuk berkolaborasi.

Untuk lomba poster, Ibu Lakhaula Sahrotul Aulia sebagai juri mempersilahkan kepada para peserta yang berpartisipasi untuk memilih media poster; yaitu media kertas atau media digital. Meskipun pengiriman karyanya tetap menggunakan media digital.

Para pemenang lomba ini sendiri akan diumumkan pada Kamis malam, tanggal 20 Agustus 2020 bertepatan dengan acara selapanan rutin sekaligus menyambut tahun baru hijriah 1442 H. [Admin]

direktur bumi cendekia

Direktur SMP dan Pesantren Bumi Cendekia Dilantik menjadi Wakil Dekan FITK UIN Sunan Kalijaga

Direktur SMP dan Pesantren Bumi Cendekia Dilantik menjadi Wakil Dekan FITK UIN Sunan Kalijaga 720 1280 admin

Dr. Imam Machali, S.Pd.I., M.Pd., direktur SMP dan Pesantren Bumi Cendekia, resmi dilantik menjadi Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Pelantikan tersebut dilaksanakan berdasarkan Keputusan Menteri Agama RI Nomor 152.1 tahun 2020.

Pelantikan sekaligus pengambilan sumpah jabatan dilaksanakan pada tanggal 12 Agustus 2020 di lingkungan UIN Sunan Kalijaga. Acara tersebut dipimpin langsung oleh Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof. Dr. Phil Al Makin, S. Ag, MA, juga disaksikan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga Prof. Dr. Iswandi Syahputra, S. Ag., M.Si. dan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Dr. Abdul Rozaki, S. Ag., M.Si.

Sebelum menjabat sebagai wakil dekan FITK periode 2020-2024, Dr. Imam Machali, S.Pd.I., M.Pd mejabat sebagai ketua program studi Manajemen Pendidikan Islam di fakultas yang sama. Jabatan tersebut telah diembannya selama 4 tahun sejak 2016.

Selain aktif di perguruan tinggi, dosen professional yang mendapatkan gelar doktor administrasi pendidikan dari Universitas Pendidikan Indonesia ini juga aktif membina dan mengembangkan sekolah mulai dari jenjang pendidikan anak usia dini hingga jenjang menengah. Salah satu sekolah yang dikembangkan dan dibina adalah SMP dan Pesantren Bumi Cendekia. Selain sebagai founder SMP dan Pesantren Bumi Cendekia, beliau juga menjabat sebagai direktur operasional.

Aktivitas lain yang dilakoni oleh alumni Ponpes Mambaul Ulum Banyuwangi ini adalah meneliti dan menyusun buku. Sebagai peneliti, beliau telah menghasilkan lebih dari 30 publikasi di jurnal ilmiah, memperoleh 3 sertifikat HAKI, dan merumuskan teori Model Kepemimpinan Sekolah Kelas Menengah. Sementara itu buku-buku yang pernah diterbitkan di antaranya adalah Statistik Manajemen Pendidikan; Metode penelitian Kualitatif; the handbook of education management; dan lain-lain. [Admin]

Petani dan Tarian Hari Depan

Petani dan Tarian Hari Depan 1280 960 admin

Oleh: Serenade Sariaklayung

Sejauh permenungan, rasanya sangat jarang generasi saat ini ada minat dalam pertanian. Dipandang sebelah mata, pertanian dianggap sebagai suatu peluang yang tidak menarik. Rasanya amat disayangkan jika letak geografis Indonesia sebagai negara agraris di sia-siakan tidak dikembangkan.

Penyangga Tatanan Pangan Indonesia atau biasa dikenal sebagai petani adalah penyangga masa depan negara yang sesungguhnya. Kita banyak melihat petani berjemur di bawah sinar matahari, menghadapi lumpur untuk membajak sawah tetapi masih saja hidup pas-pasan. Sayangnya seringkali penglihatan seperti ini hanya sekilas saja, memandangnya tanpa mengetahui dunia pertanian secara luas.

Sawah bukan tempat satu-satunya untuk dapat memulai sebuah pertanian. Banyak petani telah membuktikan adanya peluang yang sangat besar. Sebutan petani tidak hanya diperuntukan bagi orang yang bekerja dan berkaitan dengan lumpur dan sawah saja tetapi juga bagi orang yang bekerja d i sektor perkebunan. Sebenarnya pertanian dapat di kembangkan melalui beberapa cara. Perkebunan dapat dikembangkan dalam sistem pertanian untuk orientasi skala besar, jadi salah jika hanya menganggap sebutan petani hanya untuk pekerja sawah.

Banyak ragam cara untuk mengembangkan dan meningkatkan omset pertanian. Petani bukan hanya identik dengan orang desa yang kental dengan hasil panen yang berlimpah saja, saat ini sudah banyak orang kota yang menjadi petani. Apalagi jika orang kota sudah mengetahui peluang dari hasil pertanian.

Banyak sekali orang kota masa kini membeli tanah di desa untuk dikembangan dalam berbagai sektor, salah satunya adalah sektor pertanian. Tak jarang tanah yang di beli sangatlah luas dan ditanami dengan berbagai macam
tanaman. Sektor pertanian bukan hanya sebagai pendapatan pokok tetapi dapat menjadikan pertanian sebagai pekerjaan sampingan yang dapat memberi penghasilan tambahan yang amat memuaskan, pertanian jika ditekuni dengan baik akan menjadi sumber penghasilan utama.

Kondisi pandemi saat ini mendukung untuk melihat secara mendalam dunia pertanian. Bukan hanya tampilan luar, para petani memiliki banyak keuntungan dibalik tampilan kesederhanaanya. Penghasilan mereka bisa jauh lebih tinggi dibandingkan pekerjaan dengan tampilan yang menarik dan rapih. Tak jarang kesederhanaan itu memicu ilusi yang membuat penglihatan terhalang. Tampilan bukanlah dasar suatu pekerjaan, karena tidak semua tampilan mewakilkan keberhasilan.

Dari kesederhanaan penampilannya terdapat suatu kekayaan yang tak disangka. Dibalik sosok pekerja keras itu terdapat banyak omset yang didapatkan. Selain pengetahuan yang terlihat jelas dari caranya bertindak, cara berpikirnya diiringi dengan berbagai pertimbangan untuk mencari peluang yang tak bisa dilihat oleh orang pada umumnya.

Para petani sangatlah pintar mencari kesempatan. Bijak dalam memilih peluang yang tepat dan pandai membuka jalan bagi manfaat hasil pertanian. Sebegitu hebatkah sosok petani? ya, mereka benar-benar hebat tanpanya dari
mana makanan kita dapatkan. Tanpa petani bukankah kondisi alam di Indonesia akan menjadi terlantar dan tidak terkelola, sungguh amat disayangkan bukan?

Terlepas dari banyaknya peluang yang didapatkan. Inovasi sangatlah penting untuk menunjang pemasaran hasil pertanian. Saat ini persaingan dalam segi kualitas maupun kuantitas sangatlah dipertimbangkan. Petani bukan hanya sekedar membajak, karena setiap petani harus memiliki inovasi dan tujuan perencanaan tersendiri.

Inovasi sangat diperlukan oleh petani. Bukan hanya inovasi dalam teknologi pertanian, tetapi juga inovasi dalam hal teknologi pemasaran. Dapat dikatakan setiap Inovasi berbeda-beda. Dilakukan dengan cara yang berbeda-beda pula. Tetapi tetap hasil yang terbaik menjadi tujuan utama dari inovasi. Inovasi bukanlah hanya sekedar berpikir berbeda, tetapi harus disertai dengan pengkajian kondisi yang disesuaikan dengan hasil, jika inovasi hanya menjadi sebuah andalan itu tidaklah cukup. Sebaik apapun, sebagus apapun kualitas dan kuantitasnya jika hasil pertanian tersebut sedikit peminatnya maka akan tertandingi dengan hasil pertanian yang mempunyai banyak peminat sehingga perlu dipikirkan inovasi pemasarannya.

Teknologi daring internet telah mengantarkan keberhasilan yang lebih besar. Kemudahan yang diberikan amatlah sangat dimanfaatkan oleh petani, terlebih lagi kebanyakan konsumen saat ini mengandalkan aplikasi untuk membeli suatu barang. Ada baiknya jika mengikuti perkembangan agar tidak tertinggal. Persaingan semakin besar dengan keunggulan yang berbeda. Di saat seperti inilah pentingnya sebuah solusi bagi petani untuk mendapatkan suatu
inovasi. Petani dapat menjual hasil pertaniannya melalui pemasaran online langsung kepada konsumen tidak lagi melalui perantara tengkulak agar hasil pertaniannya dapat langsung dinikmati oleh konsumen. Hal ini tentu saja meningkatkan penghasilan petani.

Jangan dilupakan, proses sangatlah penting dalam pertanian. Proses yang dapat menunjang konsumen memberikan kepercayaanya kepada para petani. Petani memberikan perjuangan dan pengorbanan terbaik. Tidak lupa integritas yang sangat dibutuhkan. Jika kepintaran dan kepandaian menjadi suatu pola, maka dalam pertanian kejujuran merupakan dasar dari semua pola tersebut.

Petani harus yakin dapat bersaing secara baik. Petani yakin mampu dapat melakukan yang lebih baik agar hasil pertanian menjadi berlimpah. Bagaimana mungkin jika sebaliknya petani bersaing tanpa keyakinan bahwa hasil panennya tidak dapat memenuhi kuantitas dan kualitas pasar. Keyakinan dapat menumbuhkan semangat persaingan. Petani yang melakukan persaingan dengan penuh keyakinan, tentu dapat memenuhi kebutuhan pasar baik secara kualitas maupun kuantitas.

Yakin bahwa di hari depan petani dapat menjadikan bangsa Indonesia sebagai lumbung padi dunia. Yakin dan berusaha untuk mewujudkan bahwa hal itu akan terjadi pada suatu saat. Petani Indonesia harus yakin bahwa penanganan pasca panen dan pengolahan hasil pertanian mendapatkan kuantitas dan kualitas terbaik, sebaliknya jika petani Indonesia sendiri tak yakin dengan hasil pertaniannya bagaimana bisa mewujudkan Indonesia sebagai negara lumbung padi dunia. Indonesia yang terkenal sebagai bangsa “gemah ripah loh jinawi” yang artinya tenteram dan makmur serta sangat subur tanahnya. Sehingga tidak ada pilihan lain, petani Indonesia harus yakin bisa mewujudkannya.

Penting sekali untuk mengingat bahwa penglihatan ini hanya dapat sekedar melihat. Jangan menganggap pertanian sebagai suatu yang memiliki sedikit daya tarik. Pertanian itu sangatlah menguntungkan baik dalam segi ekonomi maupun segi yang lainnya. Petani sebagai garda penjaga ketahanan pangan sangatlah dibutuhkan. Tanpa kondisi pangan darri mana makanan yang menunjang kebutuhan pertumbuhan dan kelangsungan itu ada. Itu karena petani
yang memberikan hasil terbaik bagi setiap konsumenya.

Pertanian melibatkan banyak manfaat dan keuntungan. Kebutuhan gizi tercukupi berkat hasil pertanian karena tanggung jawab seorang petani bukan hanya sekedar menanam dan merawat. Seorang petani bertanggung jawab untuk menjaga stabilitas ketersediaan pangan dengan hasil panen terbaik untuk pertumbuhan generasi muda yang sehat, cerdas dan bijak.

Di sisi lain, saat kebanyakan orang bingung akan harga kebutuhan pokok yang meroket. Petani tetap tenang dalam kesederhanaan, petani dapat mengambil, menggolah, mengkonsumsi hasil panennya tanpa terpengaruh harga kebutuhan pokok yang meroket. Petani sudah menciptakan lumbung pangan untuk keluarganya. Enak bukan keuntungan menjadi petani. Oleh karena itu, mari kita dukung pertanian Indonesia agar menjadi pertanian hari depan yang dapat berkembang dan mensejahterakan. [Admin]

Kepala Pesantren Bumi Cendekia Menyerahkan Surat Permohonan Aman COVID-19

Kepala Pesantren Bumi Cendekia Menyerahkan Surat Permohonan Aman COVID-19 712 712 admin

Pada hari Selasa, 11 Agustus 2020, Kepala Pesantren Bumi Cendekia menyerahkan surat permohonan aman COVID-19 kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman. Surat permohonan ini merupakan tindak lanjut dari rencana Pesantren Bumi Cendekia yang berencana mendatangkan santri pada awal September 2020.

Sebagaimana telah disepakati dalam rapat yang dihadiri oleh Yayasan Bumi Aswaja Yogyakarta, SMP dan Pesantren Bumi Cendekia, serta perwakilan Komite Sekolah, bahwa Bumi Cendekia akan mendatangkan santri pada tanggal 02 September 2020. Dalam rapat tersebut juga disepakati pembentukan satuan tugas percepatan penanganan COVID 19 di Pesantren Bumi Cendekia. Satuan tugas yang diketuai oleh Hilman Firdaus ini bertanggung jawab atas segala yang berhubungan dengan COVID-19 di Bumi Cendekia.

Salah satu langkah awal yang ditempuh Satgas COVID-19 Bumi Cendekia adalah menindaklanjuti Surat Edaran Bupati Sleman nomor 450/01514 tentang Panduan Permohonan Surat Keterangan Aman COVID-19 di Masa Pandemi bagi Pesantren dan Pendidikan Keagamaan Berasrama. Dalam surat edaran tersebut disertakan panduan dan format pembuatan surat permohonan beserta lampiran-lampiran yang diperlukan.

Muhammat Sabar Prihatin selaku Kepala Pesantren Bumi Cendekia mengantar surat permohonan aman COVID-19 tersebut ke Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman ditemani oleh ketua Satgas COVID-19 Bumi Cendekia. Keduanya diterima oleh salah satu staff dinas kesehatan.

“Surat permohonan ini kami terima,” demikian pernyataan salah satu staff yang menerima surat permohonan tersebut. “Selanjutnya tinggal menunggu kunjungan dari kami.”

Saat ditanya perkiraan lamanya proses penerimaan surat sampai ke kunjungan dinas, yang bersangkutan tidak bisa memastikan. “Mungkin bisa satu minggu atau dua minggu. Karena surat permohonan yang masuk sangat banyak dan berasal dari seluruh wilayah Kabupaten Sleman.”

Meskipun banyak pesantren di wilayah Sleman yang sudah mendatangkan santri secara bertahap tanpa melalui sertifikat aman COVID-19 dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Pesantren Bumi Cendekia tetap mengikuti prosedur yang berlaku. Selain untuk memastikan keamanan dan keselamatan warga pesantren, langkah ini juga merupakan upaya untuk menjalin kerjasama antarlembaga yang kokoh sehingga menghasilkan sinergi yang baik demi kemajuan Pesantren Bumi Cendekia.

Sosialisasi Kesehatan Reproduksi

Sosialisasi Kesehatan Reproduksi, Cegah Stunting, dan Gerakan Masyarakat Sehat Fatayat NU DIY di SMP dan Pesantren Bumi Cendekia

Sosialisasi Kesehatan Reproduksi, Cegah Stunting, dan Gerakan Masyarakat Sehat Fatayat NU DIY di SMP dan Pesantren Bumi Cendekia 1280 960 Webmaster Bumi Cendekia

Pimpinan Wilayah (PW) Fatayat DIY mengadakan Sosialisasi Kesehatan Reproduksi, Cegah Stunting, dan Gerakan Masyarakat Sehat di SMP dan Pesantren Bumi Cendekia. Acara yang diselenggarakan pada hari Minggu (01/09/2019) tersebut bertujuan untuk mengenalkan kesehatan reproduksi dan pola hidup sehat di pesantren di wilayah DIY. SMP dan Pesantren Bumi Cendekia menjadi pesantren pertama yang mendapatkan kesempatan untuk menyelenggarakan acara tersebut.

Selengkapnya…